4% Market, 92% Profit

4% Market, 92% Profit

Ada dua alasan.

Alasan pertama adalah karena Apple bekerja sangat keras untuk menambahkan nilai/value.

Inti dari keseluruhan bisnis adalah untuk membuat sesuatu, yang pada hasil akhirnya akan membuat sesuatu tersebut menjadi lebih bernilai daripada sebelumnya. Begitu kira-kira. Apple melalui ini dengan presisi tinggi dalam meningkatkan produk mereka, dengan cara peningkatan baik pada software dan hardware untuk dapat memberikan pengalaman pengguna yang hebat. Pasar kemudian menghargai ini dan percaya bahwa iPhone lebih bernilai bagi mereka lebih dari perhitungan modal dasar bahan baku iPhone itu sendiri.

Tetapi hal ini saja tidaklah cukup untuk menggambarkan jawaban atas pertanyaan diatas.

Kompetitor Apple pun mempunyai peran dalam membuat perbedaan ini.

Smartphone modern sejatinya adalah sebuah komputer mini. Bahan-bahan baku pembuatan ponsel pun dapat dengan mudah didapat oleh setiap orang.  Jadi siapapun yang punya uang bisa membuat smartphone. Inilah alasan banyaknya merk-merk smartphone sekarang ini.

Dan karena smartphone adalah sebuah komputer, maka ia juga membutuhkan software.

Software harus dikembangkan, dibentuk dan dipoles dengan baik. Dan untuk sebuah perangkat mini komputer yang canggih ini, pekerjaan ini sangatlah sulit dan mahal. Pabrikan-pabrikan ponsel zaman dahulu tidak memiliki pengalaman sama sekali tentang software yang kita kenal sekarang ini.

Sampai saat Google datang dan memberikannya secara gratis. Pabrikan-pabrikan tersebut kini terlepas dari permasalahan pembuatan software ini dengan adanya Android. Android juga merupakan produk software yang jauh lebih baik dari software apapun yang para pabrikan ini coba buat. Bencana terhindarkan!

Tetapi solusi ini juga merupakan sebuah bencana. Sementara para pabrikan ini berhemat dari biaya pembuatan software mereka sendiri, mereka kini justru kehilangan kontrol atas sebagian besar sisi terpenting pada produk mereka. Software adalah nyawa dari sebuah smartphone -dan nyawa itu sayangnya harus digadaikan. Dan hingga akhirnya mereka harus menerima kenyataan bahwa produk mereka pada dasarnya sama persis dengan produk-produk smartphone lainnya -bertambah parah karena software ini juga sebetulnya milik pihak lain. Pihak yang tidak memiliki ikatan apapun untuk menambahkan value/nilai bagi mereka.

Dengan begitu banyaknya pabrikan smartphone non-Apple berjalan diatas Android, pabrikan hardware pun tidak punya pilihan lain selain harus berkompetisi dengan harga yang rendah. Dan kompetisi ini sudah semakin berdarah-darah. Berlimpahnya perangkat berbasis Android sama dengan perlombaan menuju jurang. Dengan begini pabrikan pun dipaksa untuk menurunkan harga produk sebegitu rendah, hingga pada titik dimana mereka pun merugi.

PS: saya menggunakan kata ganti Sistem Operasi (Operating System/OS) dengan Software.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

div#stuning-header .dfd-stuning-header-bg-container {background-image: url(https://fajarnugraha.com/wp-content/uploads/2017/08/macbook.jpg);background-size: cover;background-position: center center;background-attachment: scroll;background-repeat: no-repeat;}#stuning-header div.page-title-inner {min-height: 620px;}