Harga Pembuatan Aplikasi iOS Sangat Mahal, Lebih Murah Buat Sendiri. Benarkah?

Harga Pembuatan Aplikasi iOS Sangat Mahal, Lebih Murah Buat Sendiri. Benarkah?

Membuat aplikasi tidaklah mudah. Semua rekan-rekan saya lainnya pasti setuju dengan ini. Proses untuk mempekerjakan seseorang yang mumpuni untuk membuat aplikasi ini sangatlah rumit. Dan lebih rumit lagi jika kamu hendak mencoba untuk membuatnya sendiri terlebih kamu tidak memiliki pengalaman sama sekali dalam bidang ini. Pembuatan aplikasi bergantung dari apa yang kamu maksud dengan kata “membuat”. Umumnya, proses development aplikasi termasuk hal-hal utama berikut ini:
1. Ide
2. Analisa
3. Desain
4. Development/coding
5. Testing
6. Release
7. Maintenance

Sekarang, saya akan mencoba sharing beberapa informasi untuk lebih memudahkan kamu untuk memahami proses dari pengembangan aplikasi dengan 10 langkah sederhana dibawah ini.

Langkah 1: Idea & Goals
Langkah paling awal dalam pembuatan sebuah aplikasi adalah ide aplikasi itu sendiri. Jika kamu memiliki goal tentang bagaimana aplikasi kamu, gunakan imajinasi kamu untuk mengumpulkan ide-ide tersebut. Kamu harus memposisikan aplikasi ini sebagai project-project lainnya, harus berdasarkan pada pemecahan masalah bagi pengguna, contoh; bahkan untuk pesta sederhana saja pengguna menggunakan Periscope, Instagram dan Ustream di sekeliling mereka.

Langkah 2: Pengguna Aplikasi
Ada dua pertanyaan yang harus kamu jawab:
– Siapa pengguna utama aplikasi kamu?
– Berapa jumlah pengguna yang kamu harapkan menggunakan aplikasi ini?

Langkah 3: Analisa dan riset terhadap kompetitor
Untuk dapat membuat analisa pasar terhadap sebuah aplikasi, seseorang haruslah membuat dirinya sebagai pemain yang diperhitungkan diantara kompetitor lainnya:
– Kenali kompetitormu
– Buat perbandingan tentang produk dan keuntungan pasar mereka

Langkah 4: UX & wireframing
Kamu harus menentukan isi dari aplikasi kamu, artinya kamu menuliskan daftar fitur-fitur yang kamu inginkan termasuk flow dari bagaimana aplikasi ini akan berjalan antara satu layar ke layar berikutnya dari awal hingga akhir. Ini disebut Information Architecture – sebuah skema yang memperlihatkan setiap langkah yang mungkin dilakukan oleh pengguna. Dengan bantuan product wireframing ini, barulah terlihat bagaimana aplikasi ini akan berjalan. Sangatlah penting untuk memasukkan elemen-elemen kedalam wireframe: setiap tombol, pop-up, dan text field.

Langkah 5: Visual Design
Kamu dapat membuat beberapa versi dari desain aplikasi yang mana kamu dapat memilih salah satunya yang kamu suka dan yang kamu pertimbangkan kepantasannya. Biasanya seorang desainer UI/UX membuat 3 macam desain, contoh, 3 versi desain aplikasi yang kelak akan kamu pilih ini disebut visual concept. Juga dibutuhkan desain aplikasi yang berbeda bagi kebutuhan masing-masing platform (iOS atau Android) karena masing-masing platform butuh elemen-elemen visual yang khusus terhadap sistem operasi mereka.

Langkah 6: Pre-development
Sebelum memulai proses development yang sebenarnya, kamu haruslah mendefenisikan beberapa hal terkait organisasi project:
– Development methodology
– Development iterations
– Start/end criteria
– Development plan creation, dll

Langkah 7: Development
Ada dua tugas pada dua orang yang harus kamu pertimbangkan dengan serius: PM dan QA Engineer. Dibawah pengawasan ketat seorang Project Manager, developer diharapkan memenuhi tugas-tugas dan mengeksekusi rencana yang diberikan. Tugas seorang PM juga termasuk menjadi penjembatan terhadap setiap kesalahpahaman yang mungkin terjadi pada saat development dan membuat solusi terhadapnya. Software tester punya peran yang tidak kalah penting dalam memastikan aplikasi yang dibuat sesuai dengan kriteria dengan terus menerus malakukan Alpha testing.

Langkah 8: Beta testing
Untuk memastikan aplikasi kamu berjalan dengan sempurna, tidak boleh ada bug sedikitipun karena pengguna kelak akan menggunakan aplikasimu, kamu tidak boleh mengesampingkan prosedur Beta Testing. Langkah ini untuk memastikan aplikasi sudah sesuai untuk dilakukan release, langkah ini adalah untuk mendapatkan feedback dari beberapa pengguna yang merasakan langsung aplikasi agar aplikasi yang dirilis kelak tanpa danya gangguan.

Langkah 9: Improvement
Setelah beta testing, sejumlah gangguan akan mengemuka. Untuk memperbaiki ini sangatlah perlu untuk melakukan perbaikan pada fungsi-fungsi di sisi UX. Saat seluruh gangguan sudah diperbaiki, bagian QA dapat melakukan testing untuk terakhir kalinya yang akan menghasilkan hasil tes skenario end-to-end.

Langkah 10: Release
Akhirnya! Aplikasi kamu sudah siap untuk diluncurkan.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

div#stuning-header .dfd-stuning-header-bg-container {background-image: url(https://fajarnugraha.com/wp-content/uploads/2017/08/macbook.jpg);background-size: cover;background-position: center center;background-attachment: scroll;background-repeat: no-repeat;}#stuning-header div.page-title-inner {min-height: 620px;}