Nilai dari Sebuah Layanan

Nilai dari Sebuah Layanan

Salah seorang rekan saya butuh laptop pengganti karena laptop PC miliknya sedang bermasalah (kamu tahu kan; PC) dan bertanya mengenai produk laptop Apple kepada saya. Pertanyaannya menjadi melebar dan berakhir dengan diskusi panjang saat beliau bertanya mengapa produk Apple dengan margin market mereka yang kecil bisa mendapatkan profit begitu besar.

Saya bukan Apple Fanboy; bagi saya melihat dan mempelajari strategi bisnis yang berhasil juga merupakan pembelajaran bagi siapapun yang merasa perlu.

Saya mulai diskusi dengan rekan saya tersebut dengan sebuah contoh sederhana.

Colokkan sebuah kabel micro USB kedalam lubang micro USB sebanyak 10 kali. Kemudian, langkah yang sama dengan mencolokkan kabel lightning port kedalam lubang lightning port 10 kali juga. Seperti itu sederhananya. Kamu bisa membandingkan “specs” sepanjang hari, dan saya yakin kamu pun tidak akan “mendapatkannya”. Karena ini bukanlah soal “specs”. Ini seperti perbedaan antara Mercedes-Benz dengan Daihatsu (maaf Daihatsu! -no offense). Perbedaannya bukan terletak pada kubikasi mesin, jumlah baris tempat duduk atau bentuk dashboard. Ini berkaitan dengan jumlah kunjungan perbaikan, pintu yang mulai berdecit, plafon atap yang cepat kotor, seberapa cepat munculnya karat atau bagaimana perlakuan pada saat kamu berada di dealer. Ini semua tidak mungkin muncul didalam brosur. Kamu bisa seharian bermain pasir di halaman rumahmu dan jelas lebih murah dari bermain pasir di pantai. Namun tetap saja, itu bukanlah pantai.

Saya teringat cerita seseorang pada sebuah forum online yang menceritakan pengalamannya menghabiskan waktu 3 jam membuat sampul buku dari foto-foto miliknya menggunakan program Photos milik Apple -gratis, sudah termasuk saat pembelian Mac- ia pun menyerah. Ia mencoba membeli buku dan sayangnya software Photos terus saja mengatakan masih ada kolom yang harus diisi sementara ia tidak bisa menemukan kolom tersebut.

Ia pun menelepon Apple dan menjelaskan permasalahannya. Customer Support yang menanganinya memang spesialis khusus menangani pertanyaan-pertanyaan seputar aplikasi Photos nya Apple. Itu memang tugasnya. CS ini sungguh sangat tahu aplikasi Photos. CS menghabiskan waktu sekitar 1 jam dengannya dengan segala solusi dan membantunya langkah demi langkah. Mereka akhirnya menemukan permasalahannya dan dengan segera dapat diatasi. CS juga menunjukkan cara bagaimana membuat PDF secara gratis dari buku yang akan ia buat, sebuah fungsi yang tidak pernah ia sadari dimiliki Photos sebelumnya. Harga untuk 1 jam obrolan teknis ini? Nol. Pertimbangkan itu.

Bayangkan saat Microsoft memaksa mengunduh 38 update saat kamu sedang berusaha melihat sebuah file dan klien menunggumu. Saya pernah terburu-buru mencoba mengambil sebuah file di laptop PC saya saat sedang istirahat meeting beberapa waktu lalu. Tetapi PC saya berpikir bahwa mengunduh 38 update adalah jauh lebih penting baginya daripada urusan saya. Dan tentu saja saya tidak punya pilihan lain.

Bayangkan juga saat salah satu dari 3 programmu berhenti merespon dan langkah CTRL-ALT-DELETE mu malah menunjukkan 62 proses degan nama-nama aneh yang tidak memberikan petunjuk yang mana yang harus kamu hentikan.

Bandingkan dengan Apple:

Bayangkan saat komputermu memintamu meng-install sebuah software untuk meng-uninstall sebuah software.

Bayangkan saat port USB mu baik-baik saja semenit lalu, kini tidak bisa lagi membaca sebuah Flash Disk.

Bayangkan saat kamu mencoba menyalin sebuah file besar, dan, setelah 40 menit menunggu, yang kamu dapatkan hanya peringatan bahwa tidak tersedia lagi storage. Seperti ini seharusnya bisa diantisipasi dengan mudah SEBELUM terjadi.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

div#stuning-header .dfd-stuning-header-bg-container {background-image: url(https://fajarnugraha.com/wp-content/uploads/2017/08/macbook.jpg);background-size: cover;background-position: center center;background-attachment: scroll;background-repeat: no-repeat;}#stuning-header div.page-title-inner {min-height: 620px;}