Pemilihan Bahasa Arab Sebagai “Bahasa” Al-Quran

Pemilihan Bahasa Arab Sebagai “Bahasa” Al-Quran

Kamu tahu, bahasa Arab tidak pernah didesain untuk ditulis. Ia merupakan bahasa verbal yang didesain untuk dapat membawa begitu banyak informasi melalui sedikit kata-kata yang terdengar sangat puitis namun sangat efektif untuk diingat. Inilah mengapa banyak sejarah Arab dihafalkan dengan hati melalui syair-syair.

Bentuk bahasa Arab modern yang kini dapat dibaca melalui tulisan didesain bertahun-tahun setelah Al-Quran diturunkan. Karena bahasa Al-Quran sangat mengagumkan , ia menantang bentuk primitif tulisan Arab untuk dapat jauh lebih berkembang untuk dapat menyamai bahasa Arab verbal terutama terkait dengan kualitas bahasa Al-Quran. Maka titik-titik kemudian ditambahkan untuk dapat membedakan huruf-huruf yang sama saat ditulis namun berbeda saat diucapkan, dan tanda (harakat) untuk menentukan bentuk berbeda dari setiap suara yang keluar atas tiap-tiap huruf. Dan beberapa tambahan lagi untuk menentukan suara yang keluar dari setiap kalimat.

Syair-syair Arab sangatlah musikal untuk didengarkan tanpa musik. Sangat indah untuk didengarkan, bukan untuk dibaca ataupun ditulis.

Dengarkanlah syair berikut ini. Orang ini sedang bercerita, dan perhatikan bagaimana puisi bahasa Arab diperdengarkan. Kemudian beralih ke menit 3:26 dan dengarkan syairnya terdengar menjadi berbeda dari alunan suara orang yang berbicara normal.

Ini adalah syair lama, sekarang dengarkanlah syair modern Arab Saudi ini dengan gaya pembawaan syair kuno. Dia tidak sedang menyanyi, dia hanya sedang membacakannya dengan seharusnya.

Kemudian dengarkan syair kuno Uni Emirat Arab ini, sedang membacakan dengan dialek Uni Emirat Arab. Dia juga tidak sedang bernyanyi.

Dan sekarang dengarkan ini. Saya sedang mencoba menunjukkan kepadamu perbedaan antara bentuk pembacaan sebuah syair dan bentuk sebuah nyanyian. Ini merupakan seni syair Emarat/Oman.

Ini adalah syair yang sama yang dibawakan dengan nyanyian.

Sekarang setelah kamu sudah mendengar perbedaan diantara banyak bentuk syair dari yang kuno hingga modern:

Dengarkan lantunan saat Al-Quran dibacakan. Kebanyakan orang akan langsung merasakan merinding walaupun mereka sama sekali tidak mengetahui artinya; terdengar sangat agung, sangat tenang. Hal ini sangatlah jauh lebih superior jika dibandingkan contoh-contoh diatas sebelumnya dalam banyak hal. Bagi mereka yang berbicara bahasa Arab, Ada begitu banyak lapisan dan spektrum makna yang kita dengar di dalamnya sehingga membuat kita kagum dan takjub. Bahkan bagi penduduk Arab kuno, 1400 tahun yang lalu, ayat-ayat Al-Quran tidak terdengar seperti sebuah syair ataupun musik ataupun bahasa Arab sehari-hari yang lazim diucapkan. Terdengar lebih dari itu, seperti sesuatu yang bukan berasal dari bumi ini. Ayat-ayat Al-Quran memaksa dengan cara yang sangat ekstrim terhadap kapasitas bahasa Arab yang dianggap bahasa hebat oleh semua, yang berarti ayat-ayat Al-Quran membawa makna paling rumit yang bisa ditanggung oleh sebuah bahasa Arab sekalipun. Kemudian datanglah Al-Quran ini yang menggunakan bahasa Arab dengan cara yang belum pernah dibawakan sebelumnya, yang jauh lebih indah dari sebelumnya. Banyak orang yang memutuskan memeluk agama Islam hanya setelah mendengarkan ayat-ayat Al-Quran. Karena ia sangatlah cantik dan memikat. Dengarkan secara seksama walalupun kamu tidak mengetahui artinya, rasakan saja bahasa ini dengan hati kamu sebelum kamu mendengarkannya dengan telingamu.

Ini adalah surat yang sama dengan suara dan metode yang berbeda. Ini disebut Qiraat, dan jumlahnya ada 7 macam qiraat.

Bahasa Arab bukanlah bahasa dengan hanya satu dimensi seperti bahasa lainnya, ia merupakan bahasa multi dimensi yang mampu membawa begitu banyak emosi dalam lantunannya, didalam kata-katanya, dan didalam artinya. Dan ia juga tetap membawa logika dan informasi diatas semuanya itu.

Mengapa bahasa Arab:

  • Membawa emosi didalam tonasenya.
  • Membawa emosi didalam arti tiap kata-katanya.
  • Membawa logika.
  • Membawa informasi.
  • Membawa kualitas pemrograman neurologis dalam caranya menghipnotis pendengarnya.
  • Mempersingkat seluruh daftar diatas hanya dalam beberapa kata lebih padat dibandingkan bahasa lainnya. Sebuah tanda baca (baca: sebuah tanda baca) dapat merubah maka sebuah kata dan bahkan dapat merubah makna seluruh kalimat.
  • Sangat logis dalam penulisan. Hampir matematis jika dilihat dari aturan-aturan grammar.
  • Ditulis dengan bersumber dari suara dalam banyak aturan. Didalam Bahasa Inggris dan bahasa lainnya kamu harus mengingat cara pengucapannya. Ini tidak terjadi di bahasa Arab, sekali kamu mengetahui aturan-aturannya, kamu bisa menulis apapun yang kamu dengar.
  • Poin-poin di atas mempermudah pelestarian teks selama ribuan tahun bahkan jika tidak ditulis sekalipun. Itu tidak hanya berlaku untuk Quran tapi juga puisi-puisi tua juga yang ada sebelum Al-Quran ditulis. Orang dengan mudah menghafalnya; sekali lagi bahasa Arab merupakan bahasa yang didesain agar mudah diingat dan tidak ditulis, karena para penjelajah padang pasir tidak mau repot-repot banyak menulis. Bahasa Arab dirancang sedemikian rupa jika seseorang membacakan sebuah syair yang kamu tahu tapi hampir tidak mengingatnya, dan jika mereka membacakan sebuah kata dengan salah, ini akan juga terdengar salah di telinga kamu. Jadi lebih akan jauh lebih mudah untuk mengoreksi dan melestarikannya.

Bahasa Arab bukanlah bahasa yang sederhana, ia adalah bahasa yang mempunyai metode sangat superior untuk menyampaikan pemikiran.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

div#stuning-header .dfd-stuning-header-bg-container {background-image: url(https://fajarnugraha.com/wp-content/uploads/2017/08/macbook.jpg);background-size: cover;background-position: center center;background-attachment: scroll;background-repeat: no-repeat;}#stuning-header div.page-title-inner {min-height: 620px;}