Pilih mana: React Native atau Native

Pilih mana: React Native atau Native

Pengembangan aplikasi berbasis cross-platform menjadi populer belakangan ini terutama pada perusahaan-perusahaan IT. Mudah untuk dijelaskan, pertama, terkait penghematan waktu dan biaya yang bisa dihemat untuk sebuah solusi dalam pembuatan aplikasi dibandingkan dengan pembuatan aplikasi menggunakan bahasa native. Contoh Framework yang cukup terkenal untuk digunakan dalam pengembangan aplikasi cross-platform berasal dari sebuah project mengagumkan dari Facbook – React Native, yang menggunakan JavaScript API diatas komponen-komponen native. Hasilnya adalah sebuah pertanyaan yang paling banyak ditanyakan oleh para developer pemula “Apakah React Native itu Native?”, karena pemilihan nama dengan embel-embel “native” sungguh menjadi keuntungan (atau kebingungan) tersendiri diantara framework cross-platform lainnya.

Sebelum kamu tersesat lebih jauh, terutama bagi kamu yang awam dalam dunia pengembangan aplikasi, biar saya jelaskan lebih dahulu apa itu cross-platform dan native.

Didalam dunia pengembangan aplikasi dikenal dua istilah ini. Native, adalah bahasa pemrograman apapun yang digunakan dalam pengembangan sebuah aplikasi, yang secara khusus memang ditujukan untuk pengembangan aplikasi pada platform tersebut. Contoh, jika kamu ingin mengembangkan sebuah aplikasi iOS, maka kamu harus membuatnya menggunakan bahasa pemrograman yang memang dikhususkan untuk iOS, seperti Objective-C ataupun Swift. Demikian juga bahasa pemrograman Java jika kamu ingin membuat aplikasi Android.

Cross-platform, ringkasnya adalah sebuah framework “universal” dalam pengembangan sebuah aplikasi, dimana kamu cukup menggunakan sebuah bahasa pemrograman (umumnya menggunakan bahasa pemrograman untuk web) dengan keuntungan kamu bisa membuat dua aplikasi (iOS an Android) sekaligus cukup dengan satu bahasa pemrograman saja. Indah bukan?

Salah satu framework cross-platform yang akan kita bahas disini bernama React Native.

React Native vs Native: Pilih Mana?

Kalau kamu bingung mau pilih yang mana, artikel ini mencoba menggambarkan beberapa keuntungan (dan kerugian) diantara kedua pihak yang berlawanan ini dan juga mana diantara mereka yang paling efisien dalam kasus-kasus tertentu.

Native development: Untung dan Rugi

Mari kita lihat beberapa keuntungan dan kerugian menggunakan bahasa native dalam pengembangan sebuah aplikasi.

Keuntungan Native untuk pengembangan aplikasi berbasis platform iOS dan Android

Produktifitas tinggi. Salah satu yang membedakan pembuatan aplikasi menggunakan metode native adalah produktifitasnya yang terkenal tinggi, hal inilah yang melampaui keterbatasan dari metode cross-platform (terutama pada aplikasi game dan aplikasi apapun yang menggunakan banyak animasi dengan rentang 60 fps dan/atau yang menggunakan banyak aktifitas touch screen untuk menghasilkan gari-garis halus). Untuk itu, jika ide kalian melibatkan komponen-komponen vital seperti diatas, maka metode cross-platform bukanlah pilihan terbaik untukmu. Fakta bahwa para pencipta React Native bekerja sangat keras pada algoritma React Fiber sangat sulit untuk diabaikan karena bertujuan untuk meningkatkan tingkat respons kapasitif pada aplikasi yang dihasilkan, tetapi saat ini hal tersebut masih dalam tahap pengujian lebih lanjut dan belum dirilis secara resmi.

Keamanan yang lebih. Kita semua tahu bahwa aplikasi cross-platform yang tidak dilengkapi dengan plugin-plugin spesial untuk berkomunikasi secara aman dengan server sangatlah rapuh terhadap injection code yang bisa mengarah pada rekayasa konfigurasi SSL. Sebaliknya, aplikasi native menggunakan mekanisme kemanan bawaan platformnya, sehingga mereka lebih sering digunakan pada aplikasi-aplikasi yang melibatkan fungsi data pribadi penggunanya (contohnya, informasi pembayaran dengan kartu kredit).

Native design. Desain pada pengembangan aplikasi native bisa membantumu membuat desain yang sangat detil hingga bagian terkecil yang bisa didukung oleh sebuah platform. Sebagai contoh, versi iOS terbaru mempunyai desain yang Flat, yang didalamnya juga terdapat garis-garis tipis, tidak banyak shadow, dan bentuk-bentuk sederhana dan jelas dari sebuah outline. Tampilan Android, walaupun desainnya terinspirasi dari laconicisme, menggunakan pendekatan desain yang berbeda – Material Design.

SDK sendiri. Menggunakan SDK mu sendiri dan tools tertentu lainnya dalam pengembangan aplikasi native menambah produktifitas pada tim development mu. Solusi seperti ini banyak digunakan di dunia developer  dan menjadikan segalanya menjadi lebih cepat di device pengguna.

Dukungan komunitas developer. Aplikasi Android dibuat menggunakan Java, dan iOS menggunakan Objective-C atau Swift.  Ketiga bahasa pemrograman ini memiliki komunitas online yang sangat besar, sehingga permasalahan apapun yang kamu hadapi, hampir 100% kamu bisa menemukan solusinya pada forum-forum terkait tersebut.

Kerugian Native untuk pengembangan aplikasi berbasis platform iOS dan Android

Biaya mahal. Hal utama, atau bahkan mungkin menjadi yang paling utama yang paling signifikan pada pengembangan aplikasi native adalah biaya yang sangat tinggi dibandingkan dengan metode cross-platform, yang hal ini menjadi terasa saat kamu hanya ingin membuat sebuah aplikasi dengan fungsi-fungsi yang sederhana.

Untung dan Rugi Menggunakan React Native

Sekarang mari kita beralih pada keuntungan dan kerugian utama pada React Native.

Keuntungan React Native

Biaya relatif lebih murah. Aplikasi paling sederhana yang dibuat menggunakan React Native punya peran penting dalam menurunkan biaya pengembangan jika dibandingkan dengan pengembangan menggunakan platform native seperti iOS dan Android (perbandingan harganya sekitar 1:2). Tetapi, diluar pengunaan untuk project yang sangat kompleks yang melibatkan banyak konstruksi logic yang rumit dan/atau memerlukan banyak fungsi yang melibatkan pengambilan data dari kamera, GPS dan sensor-sensor lainnya yang tertatanam pada device pengguna, maka React Native, paling tidak, bisa 10% lebih murah dari Native.

Code yang lebih mudah. Untuk membuat aplikasi cross-platform menggunakan React Native, seorang developer tidak memerlukan pengetahuan tentang bahasa pemrograman khusus untuk Android atau iOS. Untuk dapat membuat aplikasi ini, kamu hanya cukup lumayan paham dengan JavaScript dan tahu dasar-dasar penggunaan library milik React. Hal yang bisa menjadi perhatian lebih disini adalah pada saat pembuatan animasi dan styles.

Lebih cepat update di App Store. Update pada sebuah aplikasi yang dibangun menggunakan React Native di App Store melangkahi kebijakan utamanya (artinya jika waktu tunggu standar review aplikasi adalah 2 minggu, yang hal ini menjadi perhatian dari App Store khusus untuk aplikasi jenis ini). Dengan bantuan React Native, kamu bisa membuat update aplikasi secara “langsung” yang bisa didownload ke App Store melalui AppHub atau layanan sejenis lainnya.

Mempercepat proses debugging. Proses debugging yang lebih cepat dengan menggunakan React Native menjadi keuntungan tersendiri bagi tim developer. Pilihan Hot Reload, yang digunakan pada framework ini, mengizinkanmu untuk terkoneksi dengan file-file yang paling update pada saat runtime tanpa harus kehilangan current state aplikasimu.

Mengurangi biaya karyawan. Untuk membuat aplikasi dengan React Native, kamu hanya butuh seorang developer saja daripada dua (jumlah minimal developer untuk masing-masing platform, 1 orang developer Android dan 1 orang developer untuk iOS). Terlebih lagi, mencari para developer dibidang ini lebih banyak dibandingkan mencari seorang developer yang khusus untuk platform tertentu, karena saat ini jumlah programmer yang menguasai JavaScript sudah sangat banyak.

Kerugian React Native

Isu pada Deployment. Product testing pada aplikasi yang dibuat menggunakan React Native untuk platform Android sangat mudah bagi para developer. Tetapi jika ditujukan untuk iOS, akan ada banyak sekali masalah terkait perlunya certificate jika kamu hendak melakukan testing aplikasimu (maksud saya disini adalah beta testing) dengan menggunakan sukarelawan dibandingkan mereka yang tidak memiliki akses ke TestFlight milik Apple.

Lambat. Melambatnya aplikasi bukan merupakan sesuatu yang diakibatkan secara langsung oleh React Native, tetapi ini merupakan sesuatu yang umum terjadi pada aplikasi-aplikasi cross-platform. Performa React Native terhadap aplikasi dalam hal multitasking, terkadang kalah saing dengan konten yang sama dengan aplikasi yang dibuat menggunakan metode native.

Bagaimana memilih opsi pengembangan aplikasi mobile yang terbaik?

Jadi, apakah mudah menemukan persamamaan atas konfrontasi React Native vs bahasa pemrograman native seperti Swift dan Objective-C atau Java? Tentu saja iya.

Pengembangan aplikasi cross-platform menggunakan React Native sangat pas untuk membuat aplikasi-aplikasi sederhana terutama dalam hal fungsi-fungsi, seperti aplikasi portal berita, ramalan cuaca, dll. Dengan kata lain, aplikasi-aplikasi tersebut tidak membutuhkan resource server yang terlampau banyak.

Tetapi, untuk aplikasi-aplikasi yang dibuat dari nol, punya banyak navigasi yang rumit dan membutuhkan sumber daya dari device, saya anjurkan untuk membuatnya menggunakan bahasa pemrograman native. Kamu bisa mendapatkan produk yang sesuai dengan teknologi platform terkait.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

div#stuning-header .dfd-stuning-header-bg-container {background-image: url(https://fajarnugraha.com/wp-content/uploads/2017/08/macbook.jpg);background-size: cover;background-position: center center;background-attachment: scroll;background-repeat: no-repeat;}#stuning-header div.page-title-inner {min-height: 620px;}