Smartphone Samsung bisa Waterproof dengan Headphone Jack, Kenapa Apple Tidak?

Smartphone Samsung bisa Waterproof dengan Headphone Jack, Kenapa Apple Tidak?

Karena ketiadaan lubang headphone punya sedikit kaitannya dengan teknologi Waterproof pada smartphone dan lebih kepada hal lainnya, hal-hal yang lebih masuk akal.

Ada anekdot yang cukup terkenal dari Steve Job sebelum launching iPod generasi pertama. Setelah beberapa saat menggunakan prototype pertama, ia meminta kepada tim engineer nya untuk membuatnya lebih ramping. Mereka pun protes karena hal tersebut sangatlah mustahil. Setelah mendengar ini, Steve kemudian menjatuhkan prototype tersebut kedalam akuarium disebelahnya hingga iPod tenggelam dan mengeluarkan gelembung udara. Steve pun berkata, “Itu adalah gelembung udara, artinya terdapat ruang udara didalamnya. Sekarang buatlah iPod lebih kecil.”

Anekdot tersebut menunjukkan sekilas tentang ideologi dan psikologi didalam departemen desain dan engineering Apple. Mereka betul-betul memanfaatkan setiap milimeter dari desin perangkat mereka. Sesuatu yang tidak sesuai atau tidak bermanfaat sama sekali akan segera dihilangkan.

Sejauh yang saya pahami, manfaat peniadaan lubang headphone dapat dilihat pada diagram iPhone 6s dan iPhone 7 dibawah ini:

Sekilas mereka terlihat sama. Hal yang mulai menarik perhatian adalah saat kita fokus pada bagian bawah kedua gambar tersebut.

Bisakah kamu melihat penambahan ukuran pada Taptic engine? Penambahan ukuran tersebut adalah untuk lebih mendapatkan rasa “klik” pada tombol Home. Peniadaan tombol fisik Home juga membantu membuat ruang lebih banyak, water/dust resistance pada iPhone menyingkirikan kegagalan hardware pada tombol-tombol fisik seperti generasi iPhone sebelumnya.

Diluar kekagetan saya tentang peniadaan port 3.5mm (hanya karena timing saja sih, bukan peniadaan itu sendiri – saya masih merasa hal ini masih terlalu dini untuk dilakukan karena mayoritas pasar butuh waktu untuk adaptasi dan bukan sesuatu yang sangat mengejutkan dan mendadak seperti ini), adalah masuk akal bagi Apple untuk berani mengambil resiko  tidak populis tersebut karena mereka selalu bertujuan untuk membuat perangkat mereka terbaik. Apple juga tidak terlena dan ikut pada kendali pasar dan kompetitor tetapi malahan mereka membuat standar sendiri dan sayangnya, ini berhasil.

Lisensi dan Royalti
Dengan hilangnya lubang headphone, kita dapat berasumsi sekarang bahwa Apple sedang membuat monopoli mereka sendiri terhadap hak eksklusif kepada para pembuat aksesoris pihak ketiga. Belajar sejak pengenalan Lighting Port beberapa waktu lalu, kini kita dapat yakin bahwa pembuat aksesoris pihak ketiga harus membayar kepada Apple untuk dapat membuat aksesoris-aksesoris tambahan lainnya untuk setiap produk yang mereka jual.

Baterai
Peniadaan lubang headphone juga berhasil membuat baterai iPhone 14% lebih besar di iPhone 7, yang menurut saya ini adalah sesuatu yang menakjubkan dari usaha tim enginner mereka untuk membuat sedikit “ruang ekstra”.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

div#stuning-header .dfd-stuning-header-bg-container {background-image: url(https://fajarnugraha.com/wp-content/uploads/2017/08/macbook.jpg);background-size: cover;background-position: center center;background-attachment: scroll;background-repeat: no-repeat;}#stuning-header div.page-title-inner {min-height: 620px;}